Table of Contents
Toggle3. Pemeriksaan TORCH
TORCH adalah kelompok infeksi (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) yang bisa membahayakan janin.
Tes ini penting, terutama bagi ibu yang belum pernah divaksin rubella.
4. Tes Fungsi Tiroid
Gangguan tiroid bisa memengaruhi kesuburan dan perkembangan janin, terutama di trimester pertama.
Hipotiroid misalnya, bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan otak janin.
5. Tes Golongan Darah dan Rhesus
Tes ini untuk mengetahui kecocokan rhesus antara ibu dan ayah. Jika rhesus ibu negatif dan ayah positif, ada risiko incompatibility yang perlu penanganan khusus sejak dini.
6. Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi
Pemeriksaan USG rahim dan indung telur bisa mendeteksi kista, miom, atau kondisi lainnya yang bisa menghambat kehamilan.
Pemeriksaan hormon juga dilakukan untuk memastikan ovulasi berjalan normal.
7. Skrining Penyakit Menular Seksual (PMS)
Tes ini termasuk HIV, hepatitis B & C, dan sifilis. Sangat penting untuk memastikan tidak ada infeksi yang bisa ditularkan ke janin selama kehamilan atau saat melahirkan.
8. Vaksinasi
Beberapa vaksin penting yang perlu dipastikan sudah lengkap antara lain: tetanus, rubella, hepatitis B, dan influenza. Jika belum, dokter mungkin akan menjadwalkan vaksinasi sebelum kehamilan.
9. Konsultasi Gizi dan Gaya Hidup
Kesehatan optimal juga didukung oleh pola makan, berat badan ideal, olahraga, dan bebas dari rokok atau alkohol. Konsultasi ini membantu merancang gaya hidup yang ramah kesuburan.