Waspada Kemandulan! Yuk Bunda Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

1. Terkena Sindrom PCOS

Dikutip dari situs Mayo Clinic, PCOS adalah masalah ketidakseimbangan hormon yang dapat mengganggu ovulasi normal.

Masalah ovulasi sering disebabkan oleh sindrom PCOS, penyakit ini merupakan penyebab paling umum atas masalah kemandulan pada perempuan.

PCOS juga dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas, pertumbuhan rambut abnormal pada wajah atau tubuh, dan jerawat.

Jika Bunda menderita PCOS kemungkinan tidak akan mengalami menstruasi yang terlalu sering, atau juga mungkin mengalami menstruasi yang berlangsung berhari-hari.

Baca Juga  Bulan Ramadhan Tiba, Kapan Mulai Ajarkan si Kecil Puasa? Cari Tau Yuk Moms!

2. Gangguan Ovulasi

Jarang atau tidaknya berovulasi sama sekali merupakan penyebab sebagian besar kasus infertilitas. Sebagian besar kasus infertilitas pada perempuan disebabkan oleh adanya gangguan ovulasi.

Tanpa ovulasi, tidak ada sel telur yang akan dibuahi, beberapa tanda bahwa seorang wanita tidak berovulasi biasanya termasuk periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak haid sama sekali.

3. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di rahim berimplantasi dan tumbuh di tempat lain.

Pertumbuhan jaringan ekstra ini dan operasi pengangkatannya dapat menyebabkan jaringan parut.

Hal tersebut dapat menghalangi saluran tuba dan mencegah sel telur dan sperma bersatu untuk melakukan pembuahan.

Penyakit ini juga dapat mengganggu implantasi sel telur yang telah dibuahi, kondisi ini juga tampaknya akan mempengaruhi kesuburan dengan cara yang tidak langsung.

Baca Juga  Pengaruh Kafein terhadap Program Hamil: Perlu Dihindari atau Masih Aman?

4. Insufisiensi Ovarium Primer (POI)

POI adalah penyebab lain dari masalah ovulasi, bisa juga disebut kegagalan ovarium prematur.

Hal ini biasanya disebabkan oleh respons autoimun atau hilangnya telur secara prematur dari ovarium Bunda.

Mungkin sebagai akibat dari genetika atau kemoterapi, ovarium tidak lagi menghasilkan sel telur dan menurunkan produksi estrogen pada perempuan di bawah usia 40 tahun.

POI akan terjadi ketika ovarium berhenti bekerja secara normal sebelum menginjak usia 40 tahun, akan tetapi POI tidak sama dengan menopouse dini.

Tags
Share this post :

Related Post

24 July 2025
Pentingnya Air Putih Selama Hamil: Kunci Kehamilan Sehat yang Sering Diabaikan
10 July 2025
Bahaya Rokok dan Alkohol terhadap Kesuburan: Waspadai Sejak Dini, Moms!
10 July 2025
Peran Pasangan yang Bermakna dalam Perjalanan Program Hamil
2 July 2025
Cara Memaksimalkan Hari Subur agar Promil Lebih Optimal
2 July 2025
Mengenal Fertility Tracking: Cara Cerdas Memahami Kesuburan Tubuh
30 June 2025
Dukungan Sosial dan Mental saat Promil: Kunci Sukses dan Sehat Moms