Kandungan yang Ada di ASI Kolostrum

ASI kolostrum kaya akan kadar protein, lemak, vitamin, mineral, antioksidan, antiglobulin, sel darah putih, dan immunoglobulin.
Table of Contents
ToggleImunoglobulin di dalam kolostrum adalah antibodi yang didapat bayi dari ibu dan memberikan imunitas pasif pada si Kecil.
Imunitas pasif ini akan mampu melindungi sang buah hati dari bahaya penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.
Kandungan ASI kolostrum juga bertugas untuk meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh si Kecil.
Bahkan, sifat dari cairan kolostrum adalah laksatif sehingga dapat membantu melancarkan kerja sistem pencernaan.
Kandungan kolostrum yang paling utama adalah molekul bioaktif, hal itu berfungsi untuk melawan infeksi, menjaga daya tahan tubuh, dan mendukung perkembangan organ.
Hal ini juga akan berfungsi untuk melawan infeksi, menjaga daya tahan tubuh, dan mendukung perkembangan organ.
Dikutip dari jurnal Pediatric Clinic of Northern America, kandungan bioaktif pada cairan kolostrum sangat banyak.
Kandungan kolostrum mungkin bisa mencapai ratusan hingga ribuan molekul bioaktif yang berbeda.
Beberapa di antara molekul bioaktif yang ditemukan bernama laftoferin, ia berperan dalam menstimulasi kekebalan tubuh.
Tak hanya itu saja, mendukung perkembangan bakteri pencernaan, dan mencegah kanker.
Kandungan kolostrum lainnya adalah protein yang tinggi dan asam amino.
Kedua zat ini sangat penting untuk pembentukan organ-organ tubuh dan perkembangan otak bayi.
Kolostrum juga mengandung garam, lemak, dan vitamin yang penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi.
Jumlah cairan kolostrum pada ASI memang tidak banyak, tapi keunggulan yang ada di dalamnya sangat baik bagi bayi.
5 Manfaat ASI Kolostrum Bagi si Kecil
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kolostrum ASI adalah makanan untuk bayi yang sangat bergizi untuk bayi.
1. Membentuk Kekebalan Tubuh Bayi
Salah satu kandungan kolostrum adalah zat antibodi, inilah yang kemudian akan membentuk sistem kekebalan tubuh pada bayi sejak dirinya lahir.
Zat ini memberikan perlindungan pada si Kecil terhadap berbagai kuman yang ada di lingkungan sekitar serta mengatasi peradangan di dalam tubuh.
Fungsi ini akan memberikan efek jangka panjang untuk bayi sehingga ia dapat tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kesehatan pencernaan sangat penting untuk mendukung kesehatan sang buah hati secara umum.
Kolostrum merupakan nutrisi yang paling mudah dicerna oleh bayi yang baru lahir dibanding jenis makanan apapun seperti susu formula.
Kandungan biokatif dalam kolostrum juga mendukung pertumbuhan bakteri baik yang berperan dalam pencernaan.
3. Mengeluarkan Mekonium
Mekonium merupakan kotoran pertama yang dikeluarkan oleh bayi yang baru lahir, berupa kotoran yang lengket, kental, dan berwarna hijau tua.
Mekonium adalah sisa-sisa metabolisme selama bayi dalam kandungan yang perlu dikeluarkan oleh si Kecil setelah dilahirkan.
Kolostrum memberikan efek laksatif sehingga dapat membantu bayi mengeluarkan kotoran tersebut.
4. Mencegah Bayi Kuning
Bayi kuning merupakan kondisi yang dapat terjadi pada 2-3 hari pertama kelahiran bayi.
Kondisi ini ditandai dengan menguningnya kulit dan bagian putih mata.
Penyebabnya penyakit kuning pada bayi yakni peningkatkan kadar bilirubin dalam darah akibat fungsi organ hati bayi belum optimal dalam menyaring racun.
Minum kolostrum dapat membantu bayi terhindar penyakit kuning dengan cara menyingkirkan zat-zat racun dalam tubuh.
5. Mendukung Adaptasi Bayi Dengan Dunia Luar
Menghadapi dunia yang baru tentunya membutuhkan banyak penyesuaian bagi tubuh bayi yang baru lahir.
Manfaat kolostrum dapat membantu si Kecil dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan.
Caranya dengan mengatur suhu tubuh, gula darah, metabolisme, serta fungsi paru-paru dan pembuluh darah.
Dengan begitu, tubuh bayi siap menjalani kehidupan di dunia yang baru.***