Mitos 1: Puasa Membantu Melatih Tubuh Menghadapi Kontraksi

Fakta: Sebagian ibu hamil merasakan manfaat puasa dalam melatih daya tahan tubuh dan mental. Saat berpuasa, tubuh belajar beradaptasi dengan perubahan pola makan dan energi yang terbatas.
Table of Contents
ToggleNamun, ini tidak serta-merta membuat persalinan lebih mudah. Persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi fisik ibu, posisi janin, dan kekuatan kontraksi rahim.
Mitos 2: Puasa Bisa Membantu Menjaga Berat Badan agar Persalinan Lebih Mudah
Fakta: Memang benar bahwa kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil dapat mempersulit persalinan.
Namun, berpuasa bukanlah cara terbaik untuk mengontrol berat badan selama kehamilan. I
bu hamil tetap perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar janin berkembang dengan baik. Jika ingin menjaga berat badan tetap ideal, lebih baik fokus pada pola makan sehat dan aktivitas fisik yang ringan.
Mitos 3: Berpuasa Saat Hamil Tidak Membahayakan Janin
Fakta: Dalam beberapa kasus, ibu hamil yang sehat dan tidak memiliki komplikasi diperbolehkan berpuasa, asalkan tetap memperhatikan asupan gizi dan hidrasi.
Namun, bagi ibu hamil dengan risiko tertentu, seperti anemia, diabetes gestasional, atau tekanan darah rendah, berpuasa bisa berdampak buruk pada kesehatan janin dan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Mitos 4: Puasa Bisa Membantu Mempercepat Proses Persalinan
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa puasa bisa mempercepat proses persalinan.
Proses persalinan sangat dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan hormonal, seperti pelepasan hormon oksitosin yang membantu kontraksi rahim.
Jika ibu hamil merasa lemas atau kekurangan nutrisi akibat puasa, justru bisa berdampak negatif pada stamina yang dibutuhkan saat melahirkan.