2. Melakukan Aktivitas Fisik yang Sangat Tinggi
Faktor kedua yang paling berpengaruh adalah aktivitas fisik, semakin banyak aktivitas fisik, maka penggunaan energi melalui otot akan semakin besar.
Table of Contents
ToggleHal ini tentu membuat pembakaran dan kebutuhan energi dalam tubuh meningkat.
Orang dengan aktivitas fisik yang tinggi, tentu membutuhkan energi yang lebih tinggi, lantaran tubuh tidak hanya harus memenuhi kebutuhan energi BMR saja namun juga kebutuhan energi otot.
3. Stres atau Depresi
Mungkin Bunda atau Ayah pernah mengalami kelainan secara mendadak saat stres atau depresi, misalnya rasa mulas dan ingin BAK serta BAB.
Jika pernah, maka itulah satu alasan yang membuat orang tetap kurus walaupun sudah memakan banyak makanan.
Proses pencernaan akan terjadi lebih cepat jika psikologis seseorang terganggu, maka dari itu tak heran jika orang tetap kurus walau banyak makan saat sedang stres atau depresi.
4. Genetik
Alasan yang satu ini tak bisa disangkal lagi, jika seseorang memiliki genetik atau berasal dari keturunan yang kurus.
Maka sulit bagi dirinya untuk menambah berat badan tubuh, sehingga sebanyak apapun yang dimakan, tidak akan berpengaruh ke bentuk tubuhnya.
Hal tersebut disebut dengan genetik Ectomorf, yakni seseorang yang dilahirkan dengan gen kurus.
5. Pengaruh Hormonal
Jenis hormonal yang paling banyak akan mempengaruhi kebutuhan energi dan nafsu makanan seseorang, adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid.
Kelenjar tiroid diatur oleh otak dan memiliki fungsi mengatur metabolisme tubuh, termasuk mengontrol kelenjar hipotalamus dan hipofisis.
Kedua kelenjar ini merupakan jenis kelenjar yang mengatur kecepatan tubuh dalam membakar energi dan mengatur nafsu makan.***