Bahkan ada sebagian orang yang secara genetik selalu ingin menggerakkan tubuh mereka.
Table of Contents
ToggleGerakan ekstra itu juga dapat menggerakkan metabolisme tubuh atau menghabiskan energi tubuh sepanjang hari.
Semakin sering seseorang bergerak, akan semakin banyak mitokondria dalam sel otot yang bertambah. Lebih banyak mitokondria, berarti lebih banyak kalori yang terbakar.
Jika Bunda ingin penjelasan lebih detil, apa saja yang mempengaruhi orang yang sudah makan banyak tapi tidak gemuk juga.
5 Alasan Orang yang Sudah Makan Banyak Tapi Tidak Gemuk Juga

Sebenarnya dengan menyebutkan suatu nilai, sedikit atau banyak tidak bisa disamakan antar satu individu dengan individu lainnya.
Hal ini tentu saja disebabkan lantaran masing-masing orang memiliki nilai kebutuhan gizi atau energi yang berbeda.
Bahkan, meskipun individu tersebut memiliki tinggi atau berat badan yang sama, kebutuhan energinya belum tentu sama.
Sehingga sedikit, atau banyaknya makan seseorang hanya bisa disebutkan jika dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan gizinya.
Hal ini pula menyebabkan mengapa ada individu yang makan banyak namun tidak gemuk.
Dikutip dari laman cigna.com, beberapa alasan seseorang tidak menjadi gemuk padahal makan banyak, di antaranya:
1. Kondisi Sakit atau Infeksi
Alasan pertama yang menjadi penyebab tubuh tidak akan gemuk adalah terdapatnya kondisi sakit atau infeksi dalam tubuh.
Pada kondisi sakit, protein dalam tubuh dibutuhkan dalam jumlah yang besar untuk mempertahankan dan melindungi fungsi sistem dan metabolisme tubuh tetap optimal.
Biasanya, beberapa jenis penyakit yang dengan cepat membuat berat badan berkurang namun penderita tetap banyak makan adalah kondisi sakit pada sistem imun.
Misalnya penyakit yang mengganggu sistem imun seperti HIV/AIDS atau sakit pada organ paru-paru.