1. Kenali Perubahan Kesuburan di Usia 30+

Setelah memasuki usia 30-an, jumlah dan kualitas sel telur mulai mengalami penurunan.
Table of Contents
ToggleMenurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), wanita mengalami penurunan kesuburan yang lebih signifikan setelah usia 35 tahun.
Hal ini disebabkan oleh berkurangnya cadangan ovarium dan meningkatnya risiko kelainan kromosom pada sel telur.
2. Jaga Pola Hidup Sehat
Menjalani gaya hidup sehat sangat penting bagi Moms yang sedang menjalani promil. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain: Konsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, protein tanpa lemak, dan makanan tinggi antioksidan.
Hindari alkohol, kafein berlebihan, dan rokok yang dapat menurunkan kualitas sel telur.
Rajin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal, karena obesitas maupun berat badan terlalu rendah dapat mempengaruhi kesuburan.
Kelola stres dengan baik, karena stres dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.
3. Rutin Periksa Kesehatan Reproduksi
Di usia 30+, Moms disarankan untuk lebih proaktif dalam memantau kesehatan reproduksi. Lakukan pemeriksaan kesuburan seperti: USG Transvaginal untuk mengecek kondisi rahim dan ovarium.
Tes Cadangan Ovarium untuk mengetahui jumlah sel telur yang tersisa.
Tes Hormon seperti AMH (Anti-Müllerian Hormone) yang berperan dalam menentukan potensi kesuburan.
Pemeriksaan kesehatan pasangan karena faktor kesuburan pria juga berperan besar dalam keberhasilan kehamilan.
4. Pertimbangkan Konsumsi Suplemen Kesuburan
Moms yang berusia 30+ bisa mempertimbangkan konsumsi suplemen yang mendukung kesuburan, seperti: Asam folat untuk membantu perkembangan janin sejak awal kehamilan.
Vitamin D dan zat besi yang mendukung keseimbangan hormon.
Omega-3 dan CoQ10 yang dapat meningkatkan kualitas sel telur. Bemomio, suplemen herbal yang diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan secara alami dengan mendukung keseimbangan hormon dan kesehatan reproduksi.