3. Hormon Tidak Seimbang
Produksi hormon kesuburan yang tidak teratur akan menyebabkan pertumbuhan bahaya kista. Kondisi ini paling sering terjadi pada remaja atau orang dewasa yang cenderung memiliki tingkat stress yang lebih tinggi.
Table of Contents
ToggleKadar estrogen yang terlalu tinggi akan menyebabkan masalah untuk kelenjar limfa, usus, ginjal dan organ lain.
Beberapa penyebab tingginya kadar estrogen juga bisa dipengaruhi dari konsumsi lemak berlebihan, olahraga yang berat, atau karena pemakaian kontrasepsi seperti efek samping pil KB dan pemakaian obat kesuburan.
Wanita yang belum pernah hamil juga bisa mengalami masalah ini.
4. Stres
Ada banyak hal yang terjadi dalam tubuh ketika seseorang mendapatkan stres atau tekanan pikiran dalam waktu yang sangat panjang.
Bahkan kondisi depresi juga bisa menyebabkan pembentukan kista. Kondisi ini berhubungan dengan masalah tidak seimbangnya hormon.
Ketika seorang wanita tidak memiliki progesteron dalam jumlah yang cukup, folikel yang seharusnya melekatkan sel telur tidak dapat bekerja. Folikel akan berkembang terus untuk jangka waktu tertentu dan membentuk kista.
5. Obesitas
Obesitas atau badan yang lebih gemuk di sekitar panggul juga bisa menyebabkan kista ovarium.
Kondisi ini disebabkan karena jaringan lemak yang tumbuh di bagian perut dan sekitarnya.
Mendorong berbagai masalah seperti ketidakseimbangan hormon, kemampuan ovulasi yang sangat kecil dan produksi folikel yang banyak namun sama sekali tidak bisa melepaskan sel telur.
6. Sindrom Polikistik Ovarium
Sindrom ini sangat umum untuk semua wanita dan biasanya diawali dengan menstruasi yang tidak teratur.
Hal ini bisa terjadi karena dorongan hormon lutein yang seharusnya mengirimkan sinyal ke oyak untuk meninduksi folikel dalam ovarium untuk melepaskan sel telur dan ternyata tidak terjadi.
Akibatnya maka banyak folikel yang diproduksi namun sama sekali tidak bisa melepaskan sel telur. Biasanya jenis kista ini bisa sembuh sendiri setelah melewati empat kali siklus menstruasi.***