Ketahui Sindrom Kaki Gelisah saat Hamil Yuk Moms! Penyebab, Gejala, dan Atasinya

Gejala Sindrom Kaki Gelisah

Gejala utama dari sindrom kaki gelisah ialah keinginan yang kuat untuk menggerakkan kaki.

Hal ini juga dapat menyebabkan sensasi merangkak atau merayap yang tidak menyenangkan di kaki, betis, dan paha seperti dikutip dari laman NHS.

Sensasi ini sering kali lebih buruk di sore atau malam hari. Kadang-kadang, lengan juga terpengaruh.

Sindrom kaki gelisah juga dikaitkan dengan gerakan kaki dan lengan yang tidak disengaja, yang dikenal sebagai gerakan tungkai periodik atau periodic limb movements (PLM).

Beberapa orang mengalami gejala sindrom kaki gelisah sesekali, sementara yang lain mengalaminya setiap hari.

Baca Juga  Kenapa Pemeriksaan Pra-Hamil Itu Penting? Bekal Awal untuk Kehamilan yang Sehat

Gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Dalam kasus yang parah, sindrom kaki gelisah dapat sangat menyusahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang.

Mengatasi Sindrom Kaki Gelisah saat Hamil

Mengatasi Sindrom Kaki Gelisah saat Hamil

Jika gejala sindrom kaki gelisah yang Moms alami cukup parah hingga mengganggu tidur di malam hari.

Moms mungkin perlu menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan. Sebab, hal itu bisa menjadi tantangan selama kehamilan.

Sebagian besar obat yang biasanya digunakan untuk mengobati sindrom kaki gelisah, seperti Requip (ropinirole) dan Mirapex (pramipexole), belum diteliti secara ekstensif pada perempuan hamil.

Jadi, tidak ada cukup data untuk menentukan semua risiko potensial bagi perkembangan janin.

Sebelum Moms mengonsumsi obat apa pun untuk sindrom kaki gelisah, dokter Moms harus memeriksa kadar zat besi Bunda.

Baca Juga  Puasa Saat Program Hamil: Aman atau Berisiko? Ini Jawabannya!

Jika kadarnya rendah, Moms dapat mengonsumsi suplemen zat besi. Dalam banyak kasus, ketika pasokan zat besi dalam tubuh rendah, suplemen akan cukup untuk memperbaiki sindrom kaki gelisah.

Jika gejala sindrom kaki gelisah masih belum hilang setelah kekurangan zat besi ditemukan dan diobati, beberapa dokter meresepkan obat opioid (narkotika).

Karena risiko gejala putus zat pada bayi baru lahir, opioid biasanya diberikan untuk jangka waktu yang singkat.

Tags
Share this post :

Related Post

31 August 2025
Peran Suami Saat Istri Hamil: Dukungan Kecil yang Berdampak Besar
28 July 2025
Menjaga Energi Harian Saat Hamil: Tetap Semangat Tanpa Harus Terus Kuat
28 July 2025
Tips Istirahat Nyaman Saat Hamil: Tidur Lebih Nyenyak, Bangun Lebih Segar
24 July 2025
Manfaat Jalan Pagi: Rutinitas Sederhana yang Berdampak Besar untuk Ibu Hamil
24 July 2025
Olahraga Ringan di Rumah: Tetap Bugar dan Bahagia Selama Hamil
18 July 2025
Kapan Harus ke Dokter? Panduan Waspada untuk Moms Saat Hamil dan Mengasuh Anak