Normalkah Jika Janin Tidak Bergerak?
Normalkah jika janin tidak bergerak? Jika bayi kurang bergerak, itu belum berarti ada yang salah. Bayi memang tidur di dalam rahim dan periode tidak aktif mungkin hanya waktu tidur siang.
Table of Contents
ToggleNamun, gerakan yang kurang juga bisa menjadi tanda bahwa ada lebih sedikit cairan ketuban yang mengelilingi bayi atau bahwa plasenta tidak berfungsi dengan benar.
Jadi, itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Apalagi jika janin tidak bergerak 1 hari penuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dilansir laman UT Southwestern, jika Moms tidak merasakan gerakan apa pun selama lebih dari empat jam, inilah saatnya untuk menghubungi dokter. Ini dapat menjadi mengkhawatirkan jika Moms memiliki komplikasi medis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.
5 Penyebab Janin Berhenti Bergerak Dalam Kandungan

Banyak penyebab janin tidak bergerak atau gerakannya menurun di dalam kandungan. Berikut berbagai penyebab gerakan janin menurun atau sulit teraba dari berbagai sumber:
1. Janin Sedang Tidur
Janin juga memiliki siklus tidur. Pada kondisi ini janin jadi tidak aktif dalam sementara waktu.
2. Masalah pada Plasenta, Seperti Insufisiensi Plasenta
Gangguan seperti plasenta previa atau insufisiensi plasenta dapat memengaruhi aliran oksigen ke janin.
3. Oligohidramnion atau Penurunan Jumlah Cairan Ketuban
Cairan ketuban yang rendah dapat membatasi pergerakan janin.
4. Polihidramnion atau Kelebihan Cairan Ketuban
Tak hanya kekurangan air ketuban, kelebihan air ketuban juga menjadi penyebab gerakan janin berkurang
5. Bayi Terlilit Tali Pusar
Lilitan tali pusat dapat menghambat suplai oksigen sehingga janin bisa berhenti bergerak.