Table of Contents
ToggleBerat Badan Terlalu Rendah juga Bisa Jadi Masalah
Sebaliknya, berat badan yang terlalu rendah juga tidak baik untuk kesuburan. Tubuh membutuhkan lemak dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi hormon estrogen.
Jika terlalu kurus, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur, bahkan berhenti sama sekali (amenore). Tanpa ovulasi yang teratur, peluang untuk hamil tentu menjadi lebih kecil.
Moms yang terlalu kurus juga cenderung memiliki cadangan nutrisi yang minim, yang penting untuk mendukung pembuahan dan pertumbuhan janin nantinya.
Hubungan Berat Badan dan Hormon Kesuburan
Berat badan yang tidak ideal bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, seperti peningkatan hormon insulin, androgen, dan penurunan hormon seks (LH dan FSH) yang mengatur ovulasi.
Ketika hormon tidak seimbang, tubuh tidak bisa berovulasi dengan baik, sehingga peluang terjadinya pembuahan menjadi kecil.
Dikutip BEMOMIO.ID jurnal dari American Society for Reproductive Medicine, wanita dengan indeks massa tubuh (IMT) di luar kisaran normal (18.5–24.9) memiliki peluang kehamilan yang lebih rendah dibanding mereka yang berada dalam rentang sehat tersebut.
Tips Menjaga Berat Badan Ideal untuk Program Hamil

-
Pola Makan Seimbang
Konsumsi makanan bergizi dengan porsi yang cukup. Perbanyak sayur, buah, protein, dan kurangi makanan tinggi gula serta lemak jenuh. -
Olahraga Teratur
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, yoga, atau berenang bisa membantu menjaga berat badan serta memperbaiki metabolisme tubuh dan kesehatan reproduksi. -
Kelola Stres
Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang juga bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Coba teknik relaksasi seperti meditasi atau journaling. -
Cek IMT Secara Berkala
Lakukan pemantauan berat badan dan diskusikan dengan dokter kandungan untuk tahu apakah Moms perlu menambah atau menurunkan berat badan. -
Konsumsi Suplemen yang Mendukung Kesuburan
Asam folat, vitamin D, dan omega-3 bisa membantu menyeimbangkan hormon dan meningkatkan peluang kehamilan.