Beberapa penanganan yang dapat dilakukan dokter untuk wanita yang mengalami hamil anggur adalah:
Table of Contents
Toggle1. Kuret
Penanganan hamil anggur yang umumnya dilakukan dokter adalah kuret. Saat melakukan tindakan ini, dokter akan melebarkan serviks agar semua jaringan yang tidak normal dapat diangkat menggunakan alat khusus.
Sebelum dilakukan kuret, pasien akan diberikan obat bius agar tidak merasakan sakit selama tindakan berlangsung.
2. Histerektomi
Jika pasien dengan hamil anggur berisiko tinggi mengalami gestasional trophoblastic neoplasia (GTN), dokter akan melakukan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi.
Karena tindakan ini akan menghilangkan rahim yang menjadi tempat janin bertumbuh kembang, dokter hanya akan menyarankannya bagi pasangan yang sudah tidak berencana memiliki anak lagi.
Hamil anggur terjadi karena kelainan genetik dalam proses pembuahan, sehingga kondisi ini sulit untuk dicegah.
Namun, risiko terjadinya hamil anggur berulang bisa dicegah dengan menunda kehamilan selama 1 tahun setelah kehamilan anggur sebelumnya.
Dalam kurun waktu tersebut, dokter biasanya meminta pasien melakukan pemeriksaan rutin berupa tes darah untuk memantau kadar hormon HCG.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan jaringan yang terbentuk saat hamil anggur telah dikeluarkan sepenuhnya dari dalam rahim.***