Jadi kehamilan ini mungkin tampak seperti kehamilan yang biasa pada awalnya, namun sebagian besar akan menimbulkan gejala.
Table of Contents
ToggleBeberapa Gejala Pada Hamil Anggur

Pada awalnya kehamilan tersebut sama seperti gejala hamil pada umumnya, seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa gejala lain yang dapat muncul, di antaranya:
- Nyeri panggul
- Mual dan muntah yang lebih parah dari hamil biasa.
- Perdarahan yang disertai kumpulan benjolan seperti buang anggur yang keluar dari vagina.
- Preeklampsia dini di minggu-minggu awal kehamilan.
- Tidak ada tanda kehidupan pada janin.
- Ukuran rahim tidak normal dan tidak sesuai dengan usia kehamilan.
- Timbulnya gejala-gejala penyakit hipertiroid, seperti kelelahan, gugup, detak jantung tidak teratur, dan keluarnya keringat berlebihan.
- Keluarnya cairan dari vagina.
- Anemia pada ibu hamil.
Setelah terdeteksi positif hamil anggur, jaringan-jaringan tersebut akan diangkat dengan tindakan medis operasi hingga tak ada yang tertinggal pada rahim.
Hal ini dilakukan guna mencegah komplikasi berkelanjutan. Kalaupun gejala-gejala yang Anda alami tidak terdeteksi sebagai hamil palsu.
Tapi Moms mengalami keguguran pada 20 minggu pertama dengan penyebab yang tidak diketahui, hal ini sering kali akan diindikasikan sebagai molar hidatilosa.
Keguguran dalam kurun waktu 20 minggu ini biasa terjadi sebagai respons dari tubuh untuk mengakhiri kehamilan yang bermasalah.
Penanganan Hamil Anggur
Sebagian besar pasien hamil mola akan mengalami keguguran spontan yang ditandai dengan keluarnya jaringan berbentuk gumpalan seperti buah anggur.
Jika mengalami ciri-ciri hamil anggur tanpa disertai terjadinya keguguran, penanganan dari dokter kandungan penting dilakukan.
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang bahkan dapat mengancam nyawa.