Table of Contents
Toggle3. Estrogen
Estrogen membantu menebalkan lapisan rahim agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi. Hormon ini juga membantu mengatur sinyal LH dan FSH.
Estrogen yang seimbang = siklus teratur dan peluang hamil lebih tinggi.
4. Progesteron
Setelah ovulasi, hormon ini akan meningkat untuk menjaga dinding rahim agar mendukung kehamilan. Kalau kadar progesteron rendah, bisa membuat embrio sulit menempel.
Progesteron juga membantu menenangkan tubuh agar siap menerima kehamilan.
5. Prolaktin
Meskipun identik dengan menyusui, kadar prolaktin yang terlalu tinggi di luar masa menyusui bisa menghambat ovulasi.
Kadar prolaktin tinggi bisa jadi penyebab Moms susah hamil.
6. AMH (Anti-Müllerian Hormone)
AMH mencerminkan cadangan sel telur yang Moms miliki. Biasanya diukur untuk melihat potensi kesuburan.
Semakin tinggi AMH (di usia reproduktif), semakin banyak cadangan sel telur Moms.
7. Hormon Tiroid (TSH dan T3/T4)
Fungsi tiroid sangat mempengaruhi metabolisme tubuh termasuk sistem reproduksi. Gangguan tiroid bisa membuat siklus haid tidak teratur atau sulit hamil.
Selalu cek fungsi tiroid saat promil, terutama jika siklus haid Moms tidak stabil.