Table of Contents
Toggle2. Cek Imunisasi dan Kekebalan Tubuh
Beberapa penyakit infeksi seperti rubella (campak Jerman), toksoplasma, dan CMV (cytomegalovirus) bisa membahayakan janin jika Moms terinfeksi saat hamil.
Dengan mengetahui kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tersebut, Moms bisa melakukan vaksinasi terlebih dahulu sebelum hamil.
3. Tes Golongan Darah dan Rhesus
Penting juga untuk mengetahui golongan darah Moms dan pasangan, terutama untuk mendeteksi potensi konflik rhesus (Rh incompatibility) yang bisa memengaruhi kehamilan berikutnya jika tidak ditangani sejak awal.
4. Pemeriksaan TORCH
TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Other (sifilis, varicella), Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Infeksi ini bisa menyebabkan keguguran, cacat janin, atau gangguan perkembangan pada bayi.
Tes TORCH penting dilakukan terutama bagi Moms yang belum pernah hamil atau punya riwayat keguguran sebelumnya.
5. USG Transvaginal dan Pemeriksaan Rahim
Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi rahim, indung telur (ovarium), serta mendeteksi kista, miom, atau masalah lain yang bisa menghambat proses kehamilan.
USG transvaginal sangat berguna untuk memastikan organ reproduksi dalam kondisi sehat.
6. Cek Status Nutrisi dan Vitamin
Sering kali tanpa disadari, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, vitamin D, atau kalsium.
Padahal, nutrisi ini sangat berpengaruh pada keberhasilan promil dan perkembangan janin nantinya.
Konsultasikan dengan dokter agar Moms bisa mulai konsumsi suplemen bila dibutuhkan.