Table of Contents
Toggle2. Perdarahan Vagina Ringan
Moms mungkin mengira ini darah implantasi atau menstruasi, padahal bisa menjadi tanda peringatan awal.
3. Nyeri Bahu
Terasa nyeri di bahu, terutama saat berbaring, bisa menjadi indikasi perdarahan dalam perut yang menekan saraf akibat kehamilan ektopik yang pecah.
4. Rasa Pusing atau Pingsan
Jika Moms merasa sangat lemas, pusing, atau bahkan sampai pingsan, itu bisa menandakan perdarahan internal yang serius.
5. Tes Kehamilan Positif Tapi Tidak Normal
Tes kehamilan positif, namun Moms tidak merasakan gejala kehamilan yang biasa (seperti mual atau nyeri payudara), atau kadar hormon hCG tidak meningkat secara normal.
Siapa yang Berisiko?
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan ektopik:
-
Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
-
Infeksi atau peradangan pada tuba falopi
-
Endometriosis
-
Penggunaan IUD saat terjadi pembuahan
-
Prosedur promil tertentu seperti IVF
Penanganan Kehamilan Ektopik
Jika dokter mencurigai kehamilan ektopik, Moms akan menjalani pemeriksaan USG transvaginal dan tes darah. Penanganan tergantung pada kondisi dan lokasi kehamilan, bisa melalui:
-
Obat methotrexate untuk menghentikan pertumbuhan sel
-
Prosedur laparoskopi
-
Operasi darurat jika tuba falopi pecah