Table of Contents
Toggle4. Gangguan pada Rahim atau Saluran Tuba
Adanya penyumbatan tuba falopi, endometriosis, atau polip rahim bisa menghambat pertemuan sperma dan sel telur.
Solusi: Pemeriksaan HSG (histerosalpingografi) atau laparoskopi sesuai saran dokter.
5. Gaya Hidup Tidak Sehat
Merokok, konsumsi alkohol, stres berlebihan, kurang tidur, dan pola makan buruk bisa mengganggu kesuburan.
Solusi: Terapkan pola hidup sehat dan kelola stres bersama pasangan.
6. Masalah Berat Badan
Berat badan berlebih maupun terlalu rendah dapat mengganggu keseimbangan hormon dan siklus ovulasi.
Solusi: Konsultasi dengan ahli gizi untuk mencapai berat badan ideal.
7. Ketidaktepatan Waktu Berhubungan
Tanpa pemahaman masa subur, Moms dan pasangan bisa melewatkan waktu terbaik untuk pembuahan.
Solusi: Lacak masa ovulasi dengan kalender kesuburan atau ovulation test kit.
Apa Kata Ahli?

Dikutip BEMOMIO.ID dari situs Mayo Clinic, sekitar 10–15% pasangan mengalami infertilitas, dan sebagian besar bisa dibantu melalui pendekatan medis yang tepat dan perubahan gaya hidup.
Pemeriksaan menyeluruh pada kedua pasangan adalah langkah penting sebelum melanjutkan promil.
Moms, kegagalan promil bukan berarti Moms tidak bisa hamil. Yang terpenting adalah tetap semangat, saling mendukung dengan pasangan, dan mau terbuka pada evaluasi.
Dengan mengetahui penyebabnya, Moms bisa menyusun ulang strategi promil yang lebih tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Ingat, perjalanan ini adalah tentang kerja sama, kesabaran, dan cinta. Tetap percaya bahwa waktunya akan tiba.***