2. Terlalu Stres dan Terbebani
Stres berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berperan dalam ovulasi dan kesuburan.
Table of Contents
ToggleSebuah studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa wanita yang mengalami stres tinggi memiliki tingkat keberhasilan program hamil yang lebih rendah dibandingkan mereka yang dapat mengelola stres dengan baik.
Saat tubuh berada dalam kondisi stres, produksi hormon kortisol meningkat, yang bisa menghambat proses ovulasi dan mengurangi peluang kehamilan.
Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk tetap rileks dan menikmati proses program hamil tanpa tekanan yang berlebihan.
3. Pola Makan yang Kurang Sehat
Asupan nutrisi berperan besar dalam mendukung kesuburan. Menurut penelitian dari Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, pola makan yang kaya antioksidan, vitamin D, dan folat dapat meningkatkan peluang kehamilan dengan mendukung kualitas sel telur dan keseimbangan hormon.
Mengonsumsi makanan olahan, tinggi gula, atau lemak trans bisa berdampak negatif pada keseimbangan hormon dan kualitas sel telur.
Pastikan Moms dan pasangan mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, protein sehat, lemak baik, serta suplemen kesuburan agar tubuh lebih siap untuk kehamilan.
4. Terlalu Sering atau Jarang Berhubungan
Beberapa pasangan berpikir bahwa semakin sering berhubungan, semakin besar peluang hamil. Padahal, kualitas sperma juga harus diperhatikan.
Berhubungan terlalu sering dapat menurunkan kualitas sperma, sementara terlalu jarang bisa membuat kesempatan melewati masa subur. Idealnya, berhubungan setiap 2-3 hari sekali di sekitar masa ovulasi dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
5. Mengabaikan Kesehatan Pasangan
Program hamil bukan hanya tanggung jawab Moms, tetapi juga pasangan. Kesehatan sperma sangat berpengaruh pada keberhasilan pembuahan.
Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang olahraga, dapat menurunkan kualitas sperma. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk menerapkan pola hidup sehat bersama.
6. Kurang Tidur dan Kurang Olahraga
Kurang tidur dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada kesuburan.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga bisa menghambat sirkulasi darah yang penting untuk kesehatan reproduksi.
Olahraga ringan seperti yoga, jalan kaki, atau senam kesuburan bisa membantu meningkatkan peluang kehamilan.