Benarkah Setiap Wanita Memiliki Kista? Cek Faktanya di Sini

Mengenal Tentang Kista Ovarium

kistaSeperti dikutip dari Mayo Clinic, kista ovarium adalah kantung yang biasanya berisi cairan di dalam ovarium atau di permukaannya.

Seperti diketahui bahwa setiap wanita memiliki dua ovarium yang terletak di kedua sisi kanan dan kiri rahim.

Kista ovarium memiliki dua jenis, yaitu fungsional dan patologis. Di mana fungsional ini yang umum terjadi pada wanita, namun tidak berbahaya.

Sehingga terjawab sudah bahwa memang setiap wanita memiliki kista fungsional ini yang terbentuk selama siklus menstruasi.

Baca Juga  Gagal Promil Bukan Gagal Jadi Ibu: Ini Cara Bijak Menyikapinya

Maka dari itu setiap wanita di usia reproduksi akan memiliki kista tersebut yang tumbuh karena pola hormonal yang normal.

Tidak hanya tumbuh selama siklus menstruasi saja, ternyata kista ovarium juga biasanya berkembang pada awal kehamilan untuk membantu menunjang kehamilan hingga plasenta terbentuk.

Terkadang, kantung cairan ini tetap berada di ovarium hingga akhir kehamilan dan mungkin perlu diangkat.

Jenis ini tidak dapat dicegah karena bersifat alamiah di setiap wanita yang berovulasi. Dan ini tidaklah berbahaya bagi tubuh.

Selain jenis fungsional, terdapat juga jenis patologis di mana ini merupakan jenis kista yang berbahaya dan merupakan penyakit.

Berikut beberapa jenis kista patologis:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi yang seringkali menyakitkan di mana jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim.

Baca Juga  Jangan Panik Moms! Begini Cara Atasi PCOS dan Tingkatkan Peluang Hamil dengan 6 Cara Ini!

Penyakit ini sering menyerang ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul. Terkadang pertumbuhan endometriosis dapat ditemukan di luar area di mana organ panggul berada, meskipun ini jarang terjadi.

Jaringan endometriosis bertindak membentuk lapisan di dalam rahim, yang menebal, rusak, dan berdarah setiap kali siklus menstruasi.

Tapi ia tumbuh di tempat yang bukan tempatnya, dan tidak meninggalkan tubuh.

Ketika endometriosis melibatkan ovarium, kantong cairan yang disebut endometrioma dapat terbentuk. Jaringan di sekitarnya bisa mengalami iritasi dan membentuk jaringan parut.

Kemudian pita jaringan fibrosa yang disebut adhesi juga bisa terbentuk. Hal ini dapat menyebabkan jaringan dan organ panggul saling menempel.

Tags
Share this post :

Related Post

24 July 2025
Pentingnya Air Putih Selama Hamil: Kunci Kehamilan Sehat yang Sering Diabaikan
10 July 2025
Bahaya Rokok dan Alkohol terhadap Kesuburan: Waspadai Sejak Dini, Moms!
10 July 2025
Peran Pasangan yang Bermakna dalam Perjalanan Program Hamil
2 July 2025
Cara Memaksimalkan Hari Subur agar Promil Lebih Optimal
2 July 2025
Mengenal Fertility Tracking: Cara Cerdas Memahami Kesuburan Tubuh
30 June 2025
Dukungan Sosial dan Mental saat Promil: Kunci Sukses dan Sehat Moms