3. Nyeri Panggul yang Berulang
Nyeri panggul yang berulang atau kronis juga bisa menjadi ciri bahwa kista ovarium telah tumbuh kembali setelah operasi. Nyeri panggul dapat terjadi karena tekanan yang ditimbulkan oleh kista terhadap organ-organ di sekitarnya.
Table of Contents
Toggle4. Gangguan Siklus Menstruasi
Kista ovarium yang tumbuh kembali juga dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi.
Hal ini dapat berupa perubahan pola menstruasi, seperti perdarahan yang tidak teratur atau menstruasi yang lebih berat dari biasanya.
Penyebab Kista Ovarium Tumbuh Kembali Setelah Operasi

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kista ovarium tumbuh kembali setelah operasi. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Sisa Jaringan Kista
Salah satu penyebab utama kista ovarium tumbuh kembali setelah operasi adalah sisa-sisa jaringan kista yang tidak diangkat selama operasi.
Jika sebagian kecil dari kista tersebut masih tersisa di dalam ovarium, ada kemungkinan kista akan tumbuh kembali dari jaringan tersebut.
2. Faktor Genetik
Faktor genetik juga dapat memainkan peran dalam risiko kista ovarium tumbuh kembali.
Jika ada riwayat keluarga dengan kista ovarium atau penyakit yang berhubungan dengan gangguan hormon, risiko kista tumbuh kembali dapat meningkat.
3. Perubahan Hormonal
Perubahan hormonal dalam tubuh juga dapat memengaruhi pertumbuhan kista ovarium.
Gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau penggunaan hormon tertentu dapat meningkatkan risiko kista tumbuh kembali setelah operasi.
4. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan seperti gaya hidup dan pola makan juga dapat memengaruhi risiko kista ovarium tumbuh kembali.
Misalnya, kebiasaan merokok atau pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko kista ovarium tumbuh kembali setelah operasi.