Dikutip dari jurnal U.S. National Institute for health and care research, keguguran dapat menyebabkan trauma dan masalah kesehatan mental pada calon ibu.
Table of Contents
ToggleMenurut data dari jurnal tersebut hampir 1 dari 3 ibu keguguran akan mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).
Kecemasan dan mengalami depresi adalah gejala yang paling umum terlihat jika seorang ibu sudah mengalami hal tersebut.
Tak hanya itu saja, keguguran juga dapat menyebabkan risiko komplikasi seperti muntah, demam, perdarahan, sakit perut, bahkan kemungkinan akan mengalami anemia.
Keguguran juga dapat berisiko menimbulkan infeksi akibat sisa jaringan tubuh janin yang masih tertinggal di dalam rahim.
Sehingga wanita yang mengalami hal tak mengenakan tersebut, diharuskan untuk mendapatkan perawatan khusus selama masa pemulihan.
Ada beberapa penyebab yang harus wanita waspadai, penyebab yang paling utama yakni keguguran spontan pada kehamilan awal.
Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya kelainan genetik pada janin, namun ada beberapa penyebab lain yang wanita harus waspadai, di antaranya:
Gangguan pada rahim seperti bentuk rahim, luka pada rahim, adanya miom, atau rahin kandungan yang lemah.
Selanjutnya juga adanya gangguan hormon misalnya seperti penyakit tiroid atau PCOS, hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya hormon progesterone atau kelebihan hormon prolactin, hingga membuat kandungan lemah.
Selanjutnya ada penyakit autoimun seperti lupus dan sindrom antifosfolipid yang menyebabkan janin sulit melekat pada rahim.
Namun ada faktor resiko yang dapat memperbesar peluang untuk keguguran, antara lain:
Wanita yang sudah berusia lebih dari tiga puluh lima tahun, hal ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran sebanyak 50%.
Selanjutnya seorang ibu yang pernah mengalami keguguran sebelumnya, dan ada juga dikarenakan pola hidung yang tidak baik seperti merokok, alkohol, dan obesitas.
Dalam banyak kasus, keguguran tidak dapat dicegah, meski begitu ibu masih tetap bisa menghindari hal-hal yang menyebabkan terjadinya keguguran, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat.
Tak hanya itu saja, mengkonsumsi makanan bergizi dan selalu konsumsi buah dan sayur juga akan berpengaruh terhadap perkembangan janin.
Menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim untuk mencegah infeksi selama kehamilan, menjaga berat badan tetap ideal, dan mengkonsumsi suplemen.