Table of Contents
ToggleKondisi ini tidak membutuhkan penanganan medis khusus, cukup dengan dukungan pasangan, keluarga, dan istirahat yang cukup.
Apa Itu Depresi Pasca Melahirkan?
Berbeda dengan baby blues, depresi pasca melahirkan adalah gangguan mental yang lebih serius dan berlangsung lebih lama.
Bisa muncul dalam beberapa minggu hingga bulan setelah melahirkan, dan membutuhkan penanganan dari tenaga profesional.
Gejalanya bisa mencakup:
-
Perasaan sedih mendalam atau putus asa
-
Tidak ada energi, bahkan untuk mengurus diri sendiri dan bayi
-
Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai
-
Gangguan tidur atau makan (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
-
Pikiran negatif tentang diri sendiri atau bayi
-
Dalam kasus parah, bisa muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi
Bagaimana Membedakannya?
| Aspek | Baby Blues | Depresi Pasca Melahirkan |
|---|---|---|
| Durasi | 2–14 hari | Lebih dari 2 minggu |
| Intensitas | Ringan | Sedang hingga berat |
| Kemampuan merawat bayi | Masih bisa berfungsi | Sulit atau enggan merawat bayi |
| Butuh bantuan medis? | Tidak selalu | Ya, wajib konsultasi profesional |
Apa yang Bisa Moms Lakukan?
-
Kenali dan terima emosi yang dirasakan
Jangan memaksakan diri untuk selalu bahagia. Wajar jika merasa lelah dan sensitif. -
Cerita ke orang terdekat
Dukungan dari pasangan, sahabat, atau komunitas ibu baru bisa sangat membantu meredakan tekanan. -
Jaga pola makan dan istirahat
Asupan gizi yang cukup sangat memengaruhi kestabilan emosi. Jika sulit tidur, coba istirahat saat bayi tidur. -
Minta bantuan saat dibutuhkan
Jangan ragu untuk berbagi beban, baik pekerjaan rumah maupun pengasuhan. -
Konsultasikan ke dokter atau psikolog
Jika gejala tak kunjung membaik atau terasa mengganggu aktivitas, segera cari bantuan profesional.