Menyusui saat mengalami infeksi ini masih aman dilakukan untuk menghindari pembengkakan lebih lanjut lagi yang kemudian membuat ASI seret.
Table of Contents
ToggleApalagi usai mastitis terlewati, sering kali ASI yang dikeluarkan masih seret juga.
Hal tersebut dikarenakan saluran susu yang masih tersumbat oleh sisa dari peradangan yang telah dilalui pada jaringan dan pembuluh darah.
Maka dari itu lebih baik terus menyusui atau bisa juga dengan memompa ASI agar ASI terus keluar. Bunda jangan sampai melewati sesi tersebut jika tak ingin mengalami ASI seret keluar.
Moms juga pasti ingin mengetahui gejala pada infeksi payudara, yuk simak sampai habis!
Gejala Mastitis Pada Ibu Menyusui
Pada tahap awal, gejala infeksi payudara umumnya timbul pada salah satu payudara dan dapat terjadi secara tiba-tiba, gejala tersebut berupa:
- Pembengkakan pada payudara.
- Payudara kemerahan dan terasa hangat.
- Payudara terasa nyeri ketika disentuh.
- Nyeri atau sensasi terbakar pada payudara yang terjadi secara terus menerus.
Selain gejala tersebut, ada beberapa keluhan lain yang dapat menyertai, yaitu:
- Demam
- Menggigil
- Tubuh terasa lelah dan lemas
- Tubuh terasa pegal
- Mual
- Keluarnya cairan yang mengandung nanah dari puting
- Muncul benjolan di payudara
- pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak atau leher
4 Cara Mengatasi ASI yang Seret Usai Mastitis
Berikut 4 cara yang Moms bisa lakukan usai mengalami infeksi payudara agar ASI tak seret.
1. Jangan Berhenti Menyusui
Menyusuilah lebih sering dan biarkan si Kecil memutuskan kapan harus berhenti menyusui.
Hal ini dilakukan agar produksi ASI Bunda bisa menyesuaikan secara alami dengan kebutuhan bayi.
Dikutip dari situs healthiline.com, saat si Kecil menyusu secara langsung, hormon yang memproduksi ASI dilepaskannya.
Artinya semakin sering menyusui, maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan oleh payudara.