Kenali Penyebab ASI Seret Usai Terkena Mastitis

Dikutip dari situs mayoclinic.org, mastitis kemungkinan besar terjadi ketika wanita memiliki saluran susu yang tersumbat lantaran bakteri yang sudah memasuki payudara melalui kerusakan kulit.
Table of Contents
ToggleMoms harus garisbawahi hal ini, jika terkena infeksi seperti ini malah lebih baik tetap menyusui, jangan sampai berhenti.
Jika Moms mulai jarang untuk menyusui, hal ini akan membuat pembengkakan payudara tidak kunjung hilang.
Pembengkakan ini membuat ASI penuh dalam payudara yang akan menyumbat saluran.
Selain itu, pelekatan yang kurang tepat dari bayi juga dapat merusak puting, hal ini yang akan menyebabkan infeksi.
Puting yang telah mengering setiap Moms sedang menyusui dapat membantu munculnya iritasi dan kemudian puting akan pecah-pecah.
Menyusui saat mengalami infeksi ini masih aman dilakukan untuk menghindari pembengkakan lebih lanjut lagi yang kemudian membuat ASI seret.
Apalagi usai mastitis terlewati, sering kali ASI yang dikeluarkan masih seret juga.
Hal tersebut dikarenakan saluran susu yang masih tersumbat oleh sisa dari peradangan yang telah dilalui pada jaringan dan pembuluh darah.
Maka dari itu lebih baik terus menyusui atau bisa juga dengan memompa ASI agar ASI terus keluar. Bunda jangan sampai melewati sesi tersebut jika tak ingin mengalami ASI seret keluar.
Moms juga pasti ingin mengetahui gejala pada infeksi payudara, yuk simak sampai habis!
Gejala Mastitis Pada Ibu Menyusui
Pada tahap awal, gejala infeksi payudara umumnya timbul pada salah satu payudara dan dapat terjadi secara tiba-tiba, gejala tersebut berupa:
- Pembengkakan pada payudara.
- Payudara kemerahan dan terasa hangat.
- Payudara terasa nyeri ketika disentuh.
- Nyeri atau sensasi terbakar pada payudara yang terjadi secara terus menerus.
Selain gejala tersebut, ada beberapa keluhan lain yang dapat menyertai, yaitu:
- Demam
- Menggigil
- Tubuh terasa lelah dan lemas
- Tubuh terasa pegal
- Mual
- Keluarnya cairan yang mengandung nanah dari puting
- Muncul benjolan di payudara
- pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak atau leher
4 Cara Mengatasi ASI yang Seret Usai Mastitis
Berikut 4 cara yang Bunda bisa lakukan usai mengalami infeksi payudara agar ASI tak seret.
Menyusui saat mengalami infeksi ini masih aman dilakukan untuk menghindari pembengkakan lebih lanjut lagi yang kemudian membuat ASI seret.
Apalagi usai mastitis terlewati, sering kali ASI yang dikeluarkan masih seret juga.
Hal tersebut dikarenakan saluran susu yang masih tersumbat oleh sisa dari peradangan yang telah dilalui pada jaringan dan pembuluh darah.
Maka dari itu lebih baik terus menyusui atau bisa juga dengan memompa ASI agar ASI terus keluar. Moms jangan sampai melewati sesi tersebut jika tak ingin mengalami ASI seret keluar.
Moms juga pasti ingin mengetahui gejala pada infeksi payudara, yuk simak sampai habis!
Gejala Mastitis Pada Ibu Menyusui
Pada tahap awal, gejala infeksi payudara umumnya timbul pada salah satu payudara dan dapat terjadi secara tiba-tiba, gejala tersebut berupa:
- Pembengkakan pada payudara.
- Payudara kemerahan dan terasa hangat.
- Payudara terasa nyeri ketika disentuh.
- Nyeri atau sensasi terbakar pada payudara yang terjadi secara terus menerus.
Selain gejala tersebut, ada beberapa keluhan lain yang dapat menyertai, yaitu:
- Demam
- Menggigil
- Tubuh terasa lelah dan lemas
- Tubuh terasa pegal
- Mual
- Keluarnya cairan yang mengandung nanah dari puting
- Muncul benjolan di payudara
- pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak atau leher