Pertama, sekitar beberapa minggu hingga sebulan setelah melahirkan, payudara ibu yang menyusui akan terasa lebih lembut dan tampak lebih kecil dari sebelumnya.
Table of Contents
ToggleIni normal dan tidak berarti produksi ASI Moms terlalu rendah untuk kebutuhan bayi.
Selain itu, bayi Moms terkadang dapat menambah frekuensi menyusu untuk meningkatkan produksi ASI. Ini disebut cluster feeding.
Ini normal dan tidak berarti ada masalah dengan produksi ASI Moms.
Masalah produksi ASI yang sebenarnya sering kali dapat menyebabkan bayi menunjukkan tanda-tanda lapar, rewel, atau berat badan yang tidak bertambah.
Beberapa kondisi yang terkait dengan keterlambatan produksi ASI juga dapat berdampak pada produksi ASI secara berkelanjutan, termasuk:
1. Kondisi dari persalinan bayi, seperti operasi caesar, kelahiran prematur, stres saat melahirkan, dan obat-obatan tertentu.
2. Perdarahan berlebihan (perdarahan pasca persalinan yang parah).
3. Beberapa bagian plasenta tetap berada di tubuh ibu yang menyusui (fragmen plasenta yang tertahan).
4. Kondisi tiroid, sindrom ovarium polikistik, diabetes, atau obesitas.
5. Operasi payudara sebelumnya yang memotong beberapa saraf, jaringan penghasil ASI, atau saluran ASI seperti dikutip dari laman Rochester.
6. Jaringan kelenjar payudara yang tidak cukup.
Hal-hal lain yang juga dapat menyebabkan produksi ASI rendah meliputi:
1. Merokok atau minum alkohol
2. Beberapa obat dan herbal
3. Bentuk kontrasepsi hormonal. Hal ini terutama berlaku untuk kontrasepsi yang mengandung estrogen. Namun, beberapa ibu yang menyusui mengalami penurunan produksi ASI bahkan setelah mengonsumsi kontrasepsi progestin selama 4 hingga 8 minggu pertama setelah melahirkan seperti dikutip dari laman Uhhospitals.
4. Menyusui atau memompa ASI lebih jarang
5. Sakit
6. Merasa stres
7. Hamil lagi
Jika produksi ASI yang rendah tampaknya menjadi masalah, tetapi bayi tampaknya menyusu dengan efektif, bicarakan dengan dokter atau konsultan laktasi bersertifikat ya, Moms.