Cara mengatasi pasokan ASI yang drop
Mengalami pasokan ASI yang tiba-tiba drop tentu saja membuat ibu menyusui khawatir. Selain payudara yang terasa sakit, tentunya kondisi bayi menjadi fokus utama dalam hal ini.
Table of Contents
TogglePerlu Moms ingat bahwa kunci untuk meningkatkan produksi ASI adalah stimulasi dan pengosongan payudara secara berkala.
Ini mungkin memerlukan waktu dan penting bagi Bunda untuk mencari saran dan dukungan dari konsultan laktasi, perawat kesehatan ibu dan anak, atau profesional perawatan kesehatan lainnya yang ahli dalam manajemen menyusui.
Selain itu, lakukan beberapa tips berikut ini yang bisa membantu peningkatan produksi ASI secara perlahan:
- Dekap bayi dan lakukan skin to skin dengan menempelkan wajah dan tubuh anak ke payudara Moms. Hal ini akan membantu menjaga bayi tetap terjaga dan juga meningkatkan pelepasan hormon yang terlibat dalam produksi ASI.
- Susuilah bayi secara berkala, kurang lebih 2-3 jam sekali sehingga total menyusui setidaknya 8 kali dalam 24 jam. Bayi juga mungkin perlu dibangunkan untuk beberapa kali menyusu, atau mungkin terbangun untuk menyusu lebih sering.
- Pastikan pelekatannya menyusui sudah tepat dan bayi mengisap serta menelan secara maksimal.
- Ganti payudara setelah beberapa menit. Moms dapat menawarkan kedua payudara secara bergantian. Ketika Moms melihat bayi mulai lelah atau mulai melambat saat menelan, lepaskan isapan bayi dari payudara dan berganti ke sisi berikutnya. Ulangi pada kedua payudara. Hal ini dapat memastikan bayi Moms mengeluarkan ASI lebih efisien.
- Perah ASI setelah menyusui untuk memberikan stimulasi lebih lanjut pada payudara dan memastikan payudara terkuras dengan baik. Tips ini setidaknya akan membantu meningkatkan produksi ASI Moms.
- Jika bayi mengantuk dan tidak menyusu dengan baik, Moms mungkin perlu mempersingkat waktu menyusui dan menggunakan waktu tersebut untuk memeras setiap payudara dua kali, misalnya, lima menit untuk sisi kiri, lima menit untuk sisi kanan, lalu ulangi. ASI yang telah diperah kemudian harus diberikan kepada bayi.
- Saat menyusui atau memerah ASI, tekan atau pijat payudara Moms untuk membantu aliran dan pengeluaran ASI.
- Jika Bunda perlu memberikan ASI tambahan kepada bayi, berikan ASI perah secara terpisah. Mintalah saran dari konsultan laktasi atau profesional kesehatan lainnya sebelum memulai susu formula bayi.
- Terkadang obat diresepkan untuk membantu meningkatkan produksi ASI dan obat ini tersedia dari dokter. Berbicaralah dengan dokter atau konsultan laktasi tentang strategi untuk mengatur pemberian ASI dan memerah ASI saat Moms meningkatkan produksi ASI. Sering kali dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyusui dan memerah ASI. Kemudian Moms dan bayi dapat beristirahat di antara waktu menyusui.***