bemomio.id – Kehamilan adalah momen yang akan ditunggu-tunggu oleh sebagian wanita yang sudah menikah, terlebih lagi jika wanita yang susah untuk hamil momen ini akan sangat spesial.
Table of Contents
ToggleMaka dari itu, seorang wanita akan mengupayakan yang terbaik untuk menjaga kondisi janin agar tidak terjadinya keguguran.
Keguguran akan menjadi mimpi buruk bagi seluruh wanita yang sudah menunggu-nunggu momen kehamilan namun gagal.
Obortus atau keguguran adalah keadaan berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup.
Diketahui, keguguran biasanya akan terjadi pada awal kehamilan atau saat usia kandungan belum menginjak dua puluh minggu.
Sebagian kasus besar keguguran terjadi pada awal kehamilan, terkadang bahkan sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dirinya sudah hamil.
Tingkat kejadian keguguran di Indonesia bisa dikatakan masih cukup tinggi yakni berkisar 10-15% dari 5 juta kehamilan per tahun.
Tak hanya itu saja, 80% keguguran juga terjadi pada trimester awal atau tiga bulan pertama kehamilan.
Wanita dengan riwayat keguguran sebelumnya, dapat meningkatkan peluang untuk mengalami keguguran kembali pada kehamilan berikutnya jika tidak dimitigasi dengan baik.
Keguguran berulang dialami oleh sekitar 1-2% wanita di dunia, selain itu wanita yang hamil di usia>35 tahun juga berpeluang 20-30% lebih besar untuk mengalami keguguran.
Adapun kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko seperti itu dikemudian hari.