bemomio.id – Infertilitas pada pria membuatnya akan kesulitan memiliki keturunan. Padahal hampir setiap pasangan berumah tangga mendambakan keturunan hadir di tengah-tengah kehidupan mereka.
Table of Contents
ToggleMaka dari itu, saat Moms memutuskan untuk menikah sebaiknya melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi tubuh dan beberapa penyakit yang mungkin diidap oleh pasangan dan Moms sendiri.
Jika telah melakukan pemeriksaan medis tersebut, maka Moms sudah mengetahui kendala apa saja yang mungkin akan Moms hadapi ketika menikah dengan pasangan yang telah menjadi pilihan Moms tersebut.
Terlebih ketika menginginkan memiliki keturunan setelah menikah. Maka kedua belah pihak perlu untuk melakukan pemeriksaan agar dapat memperkirakan kemungkinan terburuknya.
Karena biasanya ketika pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan keturunan, maka sang istrilah yang akan disalahkan. Meskipun tidak semua kasus demikian.
Padahal infertilitas tidak selalu terjadi pada pihak wanita, terkadang infertilitas juga terjadi pada pria. Namun sebagian orang tua zaman dahulu tidak memahami bahwa infertilitas juga bisa terjadi pada pria.
Sehingga kebanyakan dari mereka akan menyalahkan pihak perempuan yang dianggap mandul atau infertil.
Studi menyebutkan perempuan memiliki peran sebesar 40-50% pada kasus infertilitas sedangkan laki-laki sebesar 30% dan penyebab lainnya sekitar 20-30% dari pasangan tersebut (Rae et., al 2015).
Jadi persepsi yang menganggap bahwa infertilitas atau kemandulan hanya dialami oleh wanita saja itu merupakan kesalahan besar.