Berdasarkan bukti kuat tentang efek jangka pendek dari menyusui, tinjauan ini membahas konsekuensi jangka panjangnya.
Table of Contents
ToggleBukti terkini, sebagian besar dari negara-negara berpendapatan tinggi, menunjukkan bahwa terjadinya penyakit tidak menular dapat diprogram oleh paparan yang terjadi selama kehamilan atau pada tahun-tahun pertama kehidupan seperti dikutip BEMOMIO.ID dari laman WHO.
Pola makan awal, termasuk jenis susu yang diterima, merupakan salah satu paparan utama yang dapat memengaruhi perkembangan penyakit pada orang dewasa. Pada 2007, dilakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis tentang konsekuensi jangka panjang dari menyusui.
The Department of Maternal, Newborn, Child and Adolescent Health of the World Health Organization kini telah menugaskan pembaruan tinjauan ini. Hasil jangka panjang berikut ditinjau yakni tekanan darah, diabetes tipe-2, kolesterol serum, kelebihan berat badan dan obesitas, serta kinerja intelektual.
Dalam tinjauan tahun 2007, ada efek signifikan di antara orang dewasa, yang tidak lagi ada dalam analisis yang diperbarui.
Uji coba di Inggris pada bayi prematur menunjukkan efek perlindungan kecil, sementara uji coba Belarus tidak melaporkan hasil ini.
Peneliti menyimpulkan bahwa menyusui tampaknya tidak melindungi terhadap kadar kolesterol total.
Ada perlindungan substansial dalam analisis gabungan, dengan penurunan 34%, tetapi sedikit studi yang tersedia dan hasilnya sangat heterogen.
Hanya dua studi berkualitas tinggi yang diidentifikasi, dengan hasil yang bertentangan (satu menunjukkan peningkatan dan yang lain penurunan di antara subjek yang disusui).
Uji coba acak tidak menunjukkan hasil apa pun pada hasil ini. Kesimpulannya adalah bahwa studi lebih lanjut diperlukan pada hasil
Dalam analisis gabungan dari semua penelitian, pemberian ASI dikaitkan dengan penurunan 24% dalam kelebihan berat badan atau obesitas, tetapi penurunan tersebut hanya 12 persen dalam penelitian berkualitas tinggi.
Menurut WHO, pemberian ASI merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjamin kesehatan, kelangsungan hidup, dan tumbuh kembang anak yang baik.
WHO merekomendasikan agar bayi mulai diberi ASI pada jam pertama setelah lahir dan diberi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, tanpa makanan atau cairan lain, termasuk air.
Sejak usia 6 bulan, makanan pendamping yang cukup dan aman harus diperkenalkan, dan anak-anak dapat terus diberi ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.
Ada banyak manfaat menyusui baik jangka pendek dan panjang yang didapatkan bayi ya, Moms.